Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melalui Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penerapan Energi Biomassa Wood pellet untuk Efisiensi Sistem Pemanas pada Peternakan Ayam Pedaging di Kulon Progo.” Kegiatan ini dilaksanakan di Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, sebagai upaya memperkenalkan pemanfaatan energi biomassa lokal untuk mendukung sistem peternakan ayam pedaging yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dari Sekolah Vokasi UGM yang diketuai oleh Masendra, S.Hut., M.Agr., Ph.D. Tim pelaksana terdiri atas Ir. Agus Ngadianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., drh. Dela Ria Nesti, M.Sc., Ph.D., drh. Dhasia Ramandani, M.Sc., Ph.D., Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., Dr. Eng. Annie Mufyda Rahmatika, S.T., M.T., serta Heny Heny Apriliyani, A.Md. Kolaborasi lintas keahlian tersebut mendukung pelaksanaan program melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan energi panas pada peternakan ayam pedaging, khususnya untuk sistem pemanas kandang selama masa pemeliharaan awal. Selama ini, penggunaan LPG dan kayu bakar masih menjadi salah satu sumber energi yang digunakan peternak. Di sisi lain, Kulon Progo memiliki potensi biomassa pertanian dan kehutanan, seperti limbah jagung, kayu kaliandra, serta biomassa lignoselulosa lainnya yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif berupa wood pellet.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2026, tim PkM menghadirkan dua materi utama yang saling melengkapi. Materi pertama disampaikan oleh drh. Dhasia Ramandani, M.Sc., Ph.D., dari Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, dengan topik “Manajemen Brooding Ayam Broiler.” Materi tersebut menekankan pentingnya manajemen pemeliharaan Day Old Chick (DOC) untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam sejak periode awal pemeliharaan. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pemeliharaan ayam broiler, mulai dari kualitas DOC, pakan, kesehatan, kesejahteraan ayam, ventilasi, pencahayaan, kepadatan kandang, ketersediaan air, hingga temperatur. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai persiapan kandang sebelum chick in, termasuk penerapan prinsip biosecurity, pengaturan temperatur brooder dan litter, penyediaan air minum, pengaturan pakan, serta persiapan berbagai peralatan pendukung.
Selanjutnya, materi mengenai penerapan energi biomassa untuk sistem pemanas kandang disampaikan oleh Masendra, S.Hut., M.Agr., Ph.D., selaku ketua tim pelaksana PkM. Kegiatan ini memperkenalkan penggunaan tungku brooder berbasis biomassa dengan memanfaatkan bahan bakar seperti arang, kayu bakar, dan wood pellet. Sistem biomassa brooder berfungsi menjaga suhu kandang tetap optimal selama masa brooding sehingga mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kelangsungan hidup DOC.
Dalam pemaparan hasil penerapan dan pengujian, penggunaan wood pellet menunjukkan potensi yang baik sebagai sumber energi alternatif. Ketiga jenis biomassa menunjukkan penurunan suhu seiring bertambahnya jarak dari brooder. Namun, wood pellet mampu mempertahankan suhu lebih tinggi setelah empat jam dan tetap berada pada kisaran suhu optimal bagi DOC, yaitu sekitar 30–32 °C, hingga enam jam. Hasil tersebut menunjukkan potensi wood pellet sebagai bahan bakar alternatif untuk mendukung kestabilan suhu pada sistem brooding. Selain aspek teknis, kegiatan juga membahas analisis ekonomi penggunaan berbagai jenis biomassa. Meskipun penggunaan wood pellet menunjukkan biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan beberapa biomassa lainnya, bahan bakar ini memiliki keunggulan dalam menghasilkan dan mempertahankan suhu yang lebih stabil sesuai kebutuhan DOC. Hal tersebut membuka peluang bagi pengembangan dan pemanfaatan sumber biomassa lokal secara lebih efisien untuk mendukung keberlanjutan teknologi energi pada sektor peternakan. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan anggota tim dari berbagai bidang keahlian serta mahasiswa. Keterlibatan tersebut memperkuat proses transfer pengetahuan dan penerapan teknologi secara kolaboratif, sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pengembangan energi alternatif berbasis biomassa, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan efisiensi usaha peternakan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui optimalisasi sumber daya lokal, serta SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan energi yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UGM berharap pemanfaatan teknologi biomassa dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan kondisi lokal. Kolaborasi antara akademisi, peternak, dan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat penerapan teknologi tepat guna yang mendukung produktivitas peternakan sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.


