Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, turut berpartisipasi dalam pameran dan eksibisi yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) 2026 pada tanggal 27–28 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran DTHV dalam ajang ini menjadi wujud komitmen dalam mempromosikan inovasi berbasis keilmuan terapan kepada masyarakat luas.
SDG 8: Decent Work and Economic Growth
YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group menjajaki kerjasama dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Inisiatif ini difokuskan pada pengembangan program Sekolah Desa Berdaya (SDB), sebuah proyek strategis CSR yang bertujuan meningkatkan kapabilitas masyarakat melalui harmonisasi kearifan lokal dan peluang pasar.
BGA melalui program Sekolah Desa Berdaya menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasional perkebunan kelapa sawit. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi produktif berbasis pertanian, peternakan, perikanan, serta pengolahan pangan, dengan tetap mengedepankan kearifan lokal dan prinsip desa rendah karbon. Hingga saat ini, Sekolah Desa Berdaya telah beroperasi di wilayah Nanga Tayap, Kalimantan Barat dan Kotawaringin, Kalimantan Tengah, serta melibatkan ribuan masyarakat sebagai penerima manfaat.
Yogyakarta, Kamis (23/1/2026) — Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan sosialisasi perubahan kurikulum berbasis kebutuhan industri secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
Ketua Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Ir. Ahdiar Fikri Maulana, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri. Menurutnya, proses pembelajaran ke depan tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Oleh karena itu, kurikulum disusun secara kontekstual dan aplikatif.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyub Rukun di Dusun Kardangan, Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, baru-baru ini mengikuti program pengabdian masyarakat yang dikelola oleh tim dosen dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan pemberdayaan perempuan (SDG 5), pertumbuhan ekonomi (SDG 8) dan mengurangi tingkat kemiskinan. Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Ibu Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., dosen Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Guyub Rukun dalam mengolah dan mengemas produk olahan komoditas daerah yaitu buah salak sebagai soft cake isian selai salak.
Yogyakarta (2/10). Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Veterinary Quarterly Vol 44 No 1 Tahun 2024 (Jurnal Internasional Best Quartile (Q1), impact factor 7,9) mengungkapkan prevalensi Brucellosis pada ternak di Indonesia sebesar 3,25%. Penelitian ini dilakukan oleh drh M. Rosyid Ridlo, M.Sc., Ph.D., beserta drh. Morsid Andityas, M.Sc., dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi UGM. Pelaksanaan riset Brucellosis ini merupakan implementasi dari hibah publikasi impact factor tinggi dari Direktorat Penelitian UGM Tahun 2023. Studi ini menggunakan metode meta-analisis untuk mengevaluasi prevalensi brucellosis di berbagai wilayah Indonesia dan memberikan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi dalam upaya pengendalian penyakit ini.

