7 April 2026 — Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengungkap kerentanan kawasan konservasi terhadap ekspansi kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan). Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia, namun ekspansi yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak serius terhadap kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati.
Informasi Penelitian
Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Mandiri (KTHKm Mandiri) di Kalibiru menjadi salah satu contoh nyata dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama, yaitu mengentaskan kemiskinan (No Poverty). Dengan memanfaatkan program Perhutanan Sosial, kelompok ini berhasil menciptakan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Hasil penelitian dari Prodi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM menunjukkan bahwa KTHKm Mandiri memiliki struktur kelembagaan yang kuat dan pola pengelolaan yang berbasis partisipasi masyarakat. Kawasan hutan lindung di Kalibiru tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata yang memberikan penghasilan tambahan bagi warga sekitar. Sebelum pandemi COVID-19, ekowisata ini mampu menarik hingga 7.000 pengunjung per hari, memberikan dampak signifikan pada perekonomian lokal.
Yogyakarta, 30 September 2024. Sekelompok mahasiswa beranggotakan delapan orang dari program Pengelolaan Hutan telah memulai proyek penelitian penting yang berfokus pada arsitektur pohon di Hutan Wisata Kalibiru. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan penggunaan berkelanjutan dari ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Tim penelitian yang dipimpin oleh Ir. Eko Prasetyo, S.Hut., M.Sc., Ph.D., bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai spesies pohon yang ada di hutan Kalibiru dan model arsitekturnya. Proyek ini tidak hanya berkontribusi pada pengetahuan akademis tetapi juga meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa dalam pengelolaan hutan dan konservasi ekosistem.
Yogyakarta, 2024. Tim peneliti dari Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, telah melakukan penelitian inovatif untuk menguji efektivitas ekstrak tanaman dalam meningkatkan resistensi sistemik pohon Falcataria falcata terhadap penyakit karat puru, yang disebabkan oleh jamur Uromycladium falcatarium.
Penyakit karat puru diketahui telah menyebabkan kerugian besar pada produksi kayu F. falcata, terutama di wilayah Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Filipina. Penelitian yang dilakukan selama tujuh bulan di persemaian Universitas Gadjah Mada ini menguji dua jenis ekstrak tanaman Salix babylonica dan Clerodendrum paniculatum untuk mengetahui kemampuan mereka dalam merangsang mekanisme pertahanan alami pohon tersebut.
Yogyakarta (2/10). Pencapaian yang luar biasa bagi komunitas akademik, Fatkhanuddin Aziz, dosen Teknologi Veteriner di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah mempublikasikan empat artikel di jurnal terindeks Scopus pada tahun 2024. Prestasi ini tidak hanya menyoroti dedikasinya terhadap penelitian, tetapi juga menekankan pentingnya kemitraan global dalam memajukan ilmu di bidang kedokteran hewan, khususnya berkaitan dengan keamanan pangan.
Publikasi pertama, berjudul “Distribution of antimicrobial resistance genes of methicillin-resistant Staphylococcus aureus isolated from animals and humans in Yogyakarta Indonesia” diterbitkan di Jurnal International Journal of One Health. Studi ini, yang dirilis pada Januari 2024, menyoroti isu kritis resistensi antimikroba dari bakteri Staphylococcus aureus, yang merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat, dan menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia dan hewan.
Yogyakarta (2/10). Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Veterinary Quarterly Vol 44 No 1 Tahun 2024 (Jurnal Internasional Best Quartile (Q1), impact factor 7,9) mengungkapkan prevalensi Brucellosis pada ternak di Indonesia sebesar 3,25%. Penelitian ini dilakukan oleh drh M. Rosyid Ridlo, M.Sc., Ph.D., beserta drh. Morsid Andityas, M.Sc., dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Veteriner, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi UGM. Pelaksanaan riset Brucellosis ini merupakan implementasi dari hibah publikasi impact factor tinggi dari Direktorat Penelitian UGM Tahun 2023. Studi ini menggunakan metode meta-analisis untuk mengevaluasi prevalensi brucellosis di berbagai wilayah Indonesia dan memberikan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi dalam upaya pengendalian penyakit ini.
Yogyakarta, 14 September 2024. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di kawasan Wisata Alam Kalibiru telah mengungkapkan pentingnya daya tarik estetika dan nilai ekologis dari arsitektur pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model arsitektur pohon yang dapat meningkatkan aspek estetika, kenyamanan, dan nilai ekologis, sehingga memperkaya pengalaman wisata alam. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti yang fokus pada kawasan hutan lindung yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Mandiri di Desa Hargowilis, Kokap.