7 April 2026 — Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mengungkap kerentanan kawasan konservasi terhadap ekspansi kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan). Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia, namun ekspansi yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak serius terhadap kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati.
SDG 13: Climate Action
Program Studi Pengelolaan Hutan kembali menghadirkan ajang kompetisi bergengsi, KREASI Muda 2025, dengan partisipasi lebih dari 300 peserta dari 13 provinsi di Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk menggugah semangat dan memberdayakan generasi muda sebagai agen perubahan dalam pengembangan inovasi berkelanjutan di bidang kehutanan dan lingkungan, dengan fokus pada kreativitas dan solusi terapan yang nyata.
Tema tahun ini, “Kontribusi Generasi Muda dalam Membangun Masa Depan Berkelanjutan,” menegaskan peran penting generasi muda sebagai pewaris bumi yang memegang kunci inovasi masa depan. Generasi muda didorong untuk berperan aktif dalam menyebarkan kesadaran dan menerapkan aksi konkret demi keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi bangsa.
Bantul, 1 Juni 2025 — Keluarga Mahasiswa Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (KMDTHV) bersama Keluarga Mahasiswa Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (KMDBSMB) sukses menyelenggarakan EcoAction, sebuah aksi peduli lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan konservasi Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kerusakan ekosistem mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia yang masih terus terjadi akibat aktivitas manusia dan kurangnya kesadaran akan pentingnya pelestarian. Koordinator kegiatan, Latifah Khoirun Nisa, menjelaskan bahwa ekosistem pesisir memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan lingkungan. “Lingkungan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, salah satunya melalui keberadaan hutan mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, tempat hidup biota laut, serta penyerap karbon,” jelasnya.
Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (DTHV SV UGM) melakukan pemetaan kawasan di lokasi Field Research Center (FRC) yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini yang sementara masih banyak kosong dari pembangunan fisik, menjadi fokus pemanfaatan sementara khususnya untuk mendukung berbagai kegiatan akademik, riset, serta inovasi yang berkelanjutan.
Dalam rangka pemanfaatan tersebut, dilakukan pemetaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi luasan, batas luar serta kondisi lahan saat ini. Informasi dari pelaksanaan pemetaan tersebut nantinya akan bermanfaat dalam perencanaan pemanfaatan jangka pendek maupun menengah khususnya dalam dukungannya terhadap kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Lahan yang dipetakan adalah sisi utara dan selatan Gedung FRC, dimana saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Yogyakarta, 2024. Tim peneliti dari Program Studi Pengelolaan Hutan, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, telah melakukan penelitian inovatif untuk menguji efektivitas ekstrak tanaman dalam meningkatkan resistensi sistemik pohon Falcataria falcata terhadap penyakit karat puru, yang disebabkan oleh jamur Uromycladium falcatarium.
Penyakit karat puru diketahui telah menyebabkan kerugian besar pada produksi kayu F. falcata, terutama di wilayah Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia dan Filipina. Penelitian yang dilakukan selama tujuh bulan di persemaian Universitas Gadjah Mada ini menguji dua jenis ekstrak tanaman Salix babylonica dan Clerodendrum paniculatum untuk mengetahui kemampuan mereka dalam merangsang mekanisme pertahanan alami pohon tersebut.
Yogyakarta, 14 September 2024. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di kawasan Wisata Alam Kalibiru telah mengungkapkan pentingnya daya tarik estetika dan nilai ekologis dari arsitektur pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model arsitektur pohon yang dapat meningkatkan aspek estetika, kenyamanan, dan nilai ekologis, sehingga memperkaya pengalaman wisata alam. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti yang fokus pada kawasan hutan lindung yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Mandiri di Desa Hargowilis, Kokap.