Tim peneliti Program Studi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pengambilan data elang jawa di kawasan Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh pada 26–27 September 2026. Kegiatan lapangan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Analisis Kelayakan Jasa Lingkungan dalam Penentuan Area Konservasi Prioritas di Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh” yang diketuai oleh Ir. Denni Susanto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.
Kegiatan tersebut melibatkan tim lapangan yang berjumlah 10 orang yang terdiri dari mahasiswa Pengelolaan Hutan. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung pada sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi habitat Elang Jawa di lanskap Merapi Merbabu Menoreh. Pengamatan diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan individu, lokasi perjumpaan, karakteristik habitat, serta indikasi area yang digunakan untuk bersarang.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, tim menjumpai beberapa individu Elang Jawa dan menemukan sejumlah sarang pada lokasi pengamatan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan Merapi dan Menoreh masih memiliki habitat penting bagi keberadaan Elang Jawa. Keberadaan sarang juga menjadi informasi penting dalam mengidentifikasi area yang perlu dipertahankan dan diprioritaskan dalam pengelolaan konservasi.
Menurut Ir. Denni Susanto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM, data keberadaan Elang Jawa dan sarangnya akan menjadi salah satu komponen penting dalam pemodelan kesesuaian habitat. Data lapangan selanjutnya akan dianalisis bersama variabel lingkungan, seperti topografi, iklim, tutupan lahan, ketersediaan sumber daya, dan tingkat gangguan manusia.
Penelitian ini tidak hanya berfokus pada perlindungan habitat Elang Jawa, tetapi juga mengintegrasikan aspek keanekaragaman hayati dengan jasa lingkungan berbasis hutan. Jasa lingkungan yang dianalisis mencakup penyediaan air, penyimpanan karbon, dan pengendalian erosi. Integrasi kedua aspek tersebut diharapkan dapat menghasilkan peta area konservasi prioritas yang lebih komprehensif untuk Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh.
Temuan lapangan ini masih akan melalui proses identifikasi, verifikasi, pengolahan data, dan analisis spasial. Hasil akhirnya diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai area yang memiliki nilai penting bagi habitat Elang Jawa sekaligus berperan dalam mempertahankan fungsi ekologis dan jasa lingkungan bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Kegiatan penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan perencanaan lanskap dan perlindungan kawasan ekologis; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui perlindungan kawasan hutan yang berperan dalam penyimpanan karbon dan ketahanan lanskap; serta SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui konservasi spesies, perlindungan habitat, dan pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan.
Melalui penelitian ini, Sekolah Vokasi UGM turut berkontribusi dalam menyediakan dasar ilmiah bagi penentuan area konservasi prioritas. Informasi mengenai perjumpaan Elang Jawa dan keberadaan sarangnya diharapkan dapat mendukung upaya pemantauan populasi, perlindungan habitat penting, serta penyusunan strategi pengelolaan Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh yang berbasis data dan berkelanjutan.

