Universitas Gadjah Mada Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • VISI DAN MISI
    • PENGELOLA
    • TENAGA PENDIDIK
    • TENAGA KEPENDIDIKAN
  • PROGRAM STUDI
    • Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Sarjana Terapan Teknologi Veteriner
  • AKADEMIK
    • KURIKULUM
    • KALENDER AKADEMIK
    • LAYANAN
    • BEASISWA
    • JADWAL PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN YUDISIUM
    • PADUAN TUGAS AKHIR
      • Panduan Tugas Akhir
      • Seminar Proposal
    • PENDAFTARAN WISUDA
  • KEMAHASISWAAN
    • KELUARGA MAHASISWA DEPARTEMEN
    • PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • LOWONGAN KERJA
  • PENELITIAN-PENGABDIAN
    • Informasi Penelitian
    • Informasi PPM
  • Hasil Survey
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • UGM Perkuat Kelembagaan dan Manajemen Pascapanen Kopi KTH Taruna Tani Astabrata

UGM Perkuat Kelembagaan dan Manajemen Pascapanen Kopi KTH Taruna Tani Astabrata

  • Berita Terbaru
  • 8 October 2026, 10.08
  • Oleh: dep-thv.sv
  • 0

KULON PROGO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan pelatihan kelembagaan, pascapanen, dan manajemen usaha kopi bagi anggota KTH Taruna Tani Astabrata di Pendopo Rumah Produksi Kopi Trajumas, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program penguatan kapasitas petani kopi menuju pengelolaan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Sebelum sesi materi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal. Materi pertama mengenai kelembagaan kelompok tani disampaikan oleh Ir. Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. dari Prodi Pengelolaan Hutan, Sekolah Vokasi UGM. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami lima modal penting dalam pengelolaan hutan rakyat dan usaha kelompok, yaitu sumber daya alam, modal sosial dan kelembagaan, sumber daya manusia, sarana fisik dan peralatan, serta modal finansial.

Ir. Prasetyo Nugroho, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. menyampaikan materi kelembagaan dan kepemimpinan inklusif kepada anggota KTH Taruna Tani Astabrata.

Modal sosial dinilai menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan melalui kepercayaan, kekompakan, gotong royong, jejaring, dan komitmen. Tata kelola organisasi juga perlu didukung oleh prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan yang inklusif.

Diskusi berlangsung aktif. Peserta menyampaikan bahwa dari sekitar 208 anggota yang tercatat, belum seluruhnya terlibat secara aktif. Pembagian tugas juga masih terkonsentrasi pada beberapa bidang, antara lain perkebunan, produksi, serta penanganan hama dan penyakit. Dalam diskusi tersebut turut muncul nilai lokal masyarakat, yaitu “guyub, rukun, njaluk, dinehi”, yang menggambarkan semangat saling membantu dan saling memberi.

Materi kedua mengenai pascapanen dan manajemen usaha kopi disampaikan oleh Sugiharto, S.T., praktisi dan pelaku usaha Kopi Seplawan dari Donorejo, Kaligesing, Purworejo. Materi mencakup panen, pengolahan, sortasi, penyimpanan, hingga pengembangan usaha. Ia menjelaskan pentingnya pemetikan buah merah dan pengelolaan pascapanen untuk menjaga mutu serta cita rasa kopi.

Sugiharto, S.T. memaparkan materi pascapanen dan manajemen usaha kopi, mulai dari panen, pengolahan, sortasi, hingga penyimpanan biji kopi.

Salah satu contoh yang disampaikan menunjukkan bagaimana proses sortasi dapat meningkatkan nilai jual. Kopi campur sebanyak 10 kilogram yang semula dihargai sekitar Rp16.000 per kilogram memiliki nilai sekitar Rp160.000. Setelah disortasi, bobot menjadi sekitar 8,7 kilogram, tetapi harga meningkat menjadi Rp45.000 per kilogram sehingga nilai totalnya menjadi sekitar Rp391.500. Contoh tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan mutu dalam meningkatkan nilai ekonomi produk kopi.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai metode pengolahan kering dan basah serta syarat penyimpanan kopi, termasuk kadar air biji 8–12 persen, penggunaan wadah yang kedap udara dan cahaya, serta kondisi ruang penyimpanan yang stabil. Selain itu, dibahas pula dasar-dasar sangrai, kemasan, penyeduhan, dan peluang pengembangan usaha melalui eduwisata maupun BUMDes.

Efektivitas pelatihan diukur melalui pre-test dan post-test yang diikuti 18 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 72,2 menjadi 85,6, atau naik 13,3 poin. Seluruh peserta memperoleh nilai minimal 80 pada post-test.

Kegiatan ini mendukung sejumlah SDGs, terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penguatan pengetahuan kelembagaan, pascapanen, dan manajemen usaha, kelompok diharapkan semakin siap mengelola usaha kopi secara lebih profesional dan berkelanjutan.

 Peserta aktif bertanya seputar umur produktif pohon kopi, pemupukan, dan cara penyimpanan biji kopi.

Tags: SDG 12: Responsible Consumption and Production SDG 17: Partnerships for the Goals SDG 4: Quality Education SDG 8: Decent Work and Economic Growth

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Arsip

Universitas Gadjah Mada

DEPARTEMEN TEKNOLOGI HAYATI DAN VETERINER
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jln. Yacaranda, Gedung Sekip Unit 2 Lt. 1
Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia, 55281
Email: dep-thv.sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

TENTANG KAMI

  • VISI DAN MISI
  • PENGELOLA
  • TENAGA PENDIDIK
  • TENAGA KEPENDIDIKAN
  • Hasil Survey

PROGRAM STUDI

  • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
  • Hasil Survey
  • Sarjana Terapan Teknologi Veteriner
  • Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan

AKADEMIK

  • KURIKULUM
  • KALENDER AKADEMIK
  • PANDUAN TUGAS AKHIR
  • JADWAL PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN YUDISIUM

ALUMNI

  • TRACER STUDY
  • LOWONGAN KERJA
  • Hasil Survey

© 2017 DTHV SV Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY