Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, turut berpartisipasi dalam pameran dan eksibisi yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) 2026 pada tanggal 27–28 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran DTHV dalam ajang ini menjadi wujud komitmen dalam mempromosikan inovasi berbasis keilmuan terapan kepada masyarakat luas.
Dalam pameran tersebut, DTHV menampilkan berbagai produk unggulan hasil karya mahasiswa dan dosen dari program studi yang berada di bawah departemen. Produk yang dipamerkan antara lain cokelat olahan dari Program Studi Pengolahan Produk Agroindustri (PPA), wood pellet dari Program Studi Pengelolaan Hutan (PH), serta antiseptik berbahan dasar daun sirih yang dikembangkan oleh Program Studi Teknologi Veteriner (Tekvet). Ragam produk ini mencerminkan integrasi antara inovasi teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal, serta orientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat.
Partisipasi DTHV dalam kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk memperluas jejaring kerja sama dengan mitra industri dan institusi pendidikan dari dalam maupun luar negeri. Melalui interaksi langsung dengan pengunjung, pelaku industri, dan delegasi internasional, DTHV berkesempatan untuk memperkenalkan potensi riset terapan sekaligus menjajaki peluang hilirisasi produk. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi, kewirausahaan, serta pemahaman terhadap dinamika industri global.
Lebih lanjut, keterlibatan DTHV dalam CITIEA 2026 sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan produk inovatif yang berpotensi menciptakan lapangan kerja, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi pendidikan dan industri, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
