Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melaksanakan pertemuan akademik dengan delegasi dari Beijing Forestry University (BFU), Tiongkok, dalam rangka menjajaki peluang kerja sama internasional di bidang akademik, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan yang difasilitasi Kantor Urusan Internasional Sekolah Vokasi UGM ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi lintas negara, khususnya pada kehutanan, food science dan ilmu-ilmu terkait. Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua institusi membahas berbagai potensi kolaborasi, antara lain program guest lecture, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan riset bersama (joint research), serta peluang publikasi ilmiah kolaboratif.
Diskusi berlangsung secara hangat dan interaktif antara pengelola Departemen dengan Prof. Wang Kun dari School of Materials Science and Technology serta Prof. Wang Jiaqian dari School of Forestry. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi lintas disiplin, khususnya integrasi ilmu material, kehutanan, dan teknologi hayati dalam mendukung riset terapan dan inovasi berbasis keberlanjutan. Para peserta diskusi saling bertukar pandangan mengenai pengembangan riset bersama, pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, serta potensi sinergi dalam kegiatan akademik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama konkret ke depan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk melanjutkan komunikasi intensif guna merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret, termasuk penjajakan penyusunan nota kesepahaman (MoU/MoA) dan peluang bentuk program kolaboratif tahap awal. Kerja sama ini diharapkan dapat diimplementasikan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing institusi. Melalui pertemuan ini, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner SV UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi internasional sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, riset terapan, dan daya saing lulusan di tingkat global. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan yang saling menguntungkan bagi kedua institusi.
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen kedua institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kerjasama akademik dan riset. Kolaborasi yang dibahas diarahkan untuk berkontribusi pada beberapa tujuan SDGs, antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan pendidikan vokasi berstandar internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui riset terapan dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui kajian kehutanan berkelanjutan, konservasi biodiversitas, dan pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab. Sinergi antara SV UGM dan Beijing Forestry University diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

