Menjadikan inovasi Artificial Intelligence (AI) sebagai ujung tombak dalam produksi narasi strategis institusi, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan “Workshop Penulisan Berita SDGs di Lingkungan Sekolah Vokasi UGM Tahun 2026” pada Selasa, 30 Juni 2026. Bertempat di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC), kegiatan ini menyoroti pemanfaatan teknologi AI yang dipadukan dengan pendekatan Human-in-the-Loop untuk menciptakan publikasi yang bebas disinformasi, kredibel, dan berdampak langsung (lead-impact) pada peningkatan peringkat keberlanjutan universitas di kancah global.
Dihadiri oleh para Ketua Departemen, Manajer, serta Person in Charge (PIC) Kehumasan dari berbagai unit kerja, workshop ini hadir sebagai jawaban atas tantangan komunikasi digital masa kini. Dalam ekosistem informasi modern, penggunaan AI diposisikan sebagai rekan kerja redaksi (AI-Enabled Knowledge Worker) yang efisien untuk memproses data secara masif, mengekstraksi sentimen publik, dan menyusun draf awal pemberitaan. Inovasi kolaboratif ini difasilitasi melalui platform pencarian data terbuka UGM Search (search.ugm.ac.id) sebagai sarana civitas akademika berkolaborasi memproduksi berita.
Dr. Mardhani Riasetiawan, M.T., selaku Kepala Biro Transformasi Digital UGM, memaparkan bahwa kemudahan pelaporan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didorong oleh integrasi data dan inovasi analitik AI ini terbukti memberikan dampak nyata. Peningkatan pelaporan terpadu ini turut berperan dalam keberhasilan UGM menempati peringkat ke-41 dunia pada Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rating 2026. Di sisi lain, prinsip “Manusia Memutuskan, AI Mempercepat” memastikan bahwa akademisi dan humas tetap bertindak sebagai filter akhir untuk menjaga akuntabilitas.
Kendati mesin mengambil alih beban kognitif repetitif, sinergi kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia mutlak diperlukan untuk mencegah penyebaran hoaks dari algoritma media sosial. Guna menajamkan kemampuan ini, Ibu Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A. turut memberikan pelatihan teknis penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik. Peserta langsung mempraktikkan proses kurasi dengan memasukkan parameter dasar seperti judul, narasi, dan SDGs keywords ke dalam sistem UGM, yang kemudian akan men-generate draf berita untuk diverifikasi lebih lanjut.
Melalui integrasi antara kecepatan komputasi AI dan ketajaman komunikasi manusia, Sekolah Vokasi UGM berharap dapat meningkatkan kualitas pemberitaan secara signifikan di setiap program studi. Inovasi terpadu ini tidak hanya memperkuat kehumasan, namun juga menegaskan kontribusi nyata UGM dalam mengawal agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) di mata dunia.
