Mempertegas komitmen dalam pengembangan pendidikan tinggi terapan berskala global, Program Studi Teknologi Veteriner yang bernaung di bawah Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menerima kunjungan kerja dari delegasi Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAHVC), Tiongkok. Pertemuan antar dua institusi vokasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pendidikan dan riset terapan, khususnya di bidang kesehatan hewan dan industri peternakan modern.
Dalam lawatannya ke Sekolah Vokasi UGM, delegasi JSAHVC menaruh perhatian khusus pada fasilitas dan kurikulum yang berjalan di DTHV. Diskusi yang melibatkan jajaran pimpinan departemen dan dosen Program Studi Teknologi Veteriner ini berfokus pada penjajakan kolaborasi yang disesuaikan dengan karakteristik pendidikan vokasi. Topik utama yang dieksplorasi mencakup peluang pertukaran mahasiswa praktik (student exchange), pengembangan kurikulum berbasis industri, hingga riset terapan inovatif di sektor veteriner.
“Sebagai sesama institusi vokasi, DTHV SV UGM dan JSAHVC memiliki ‘DNA’ yang sejalan, yakni berfokus pada pencetakan SDM unggul, terampil, dan siap kerja di industri. Kunjungan secara spesifik ke Prodi Teknologi Veteriner ini adalah pijakan awal yang sangat relevan untuk menyatukan kekuatan dalam riset terapan”, ungkap perwakilan pimpinan DTHV SV UGM di sela-sela penerimaan delegasi.
Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAHVC) dikenal luas sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terkemuka di Tiongkok yang memiliki spesialisasi mumpuni di sektor agri-animal husbandry. Kesamaan identitas sebagai penyelenggara pendidikan vokasi ini menjadikan JSAHVC mitra yang sangat kompatibel bagi DTHV SV UGM, karena keduanya sama-sama menitikberatkan pada metode pembelajaran experiential learning dan pemecahan masalah industri yang nyata.
Ke depan, penjajakan awal ini ditargetkan bermuara pada program kerja sama akademik yang lebih konkret. Bagi Program Studi Teknologi Veteriner SV UGM, kemitraan serumpun ini diyakini akan memperluas eksposur internasional para mahasiswa dan staf pengajar. Secara institusional, kolaborasi ini tidak hanya akan menegaskan posisi DTHV SV UGM dalam kancah internasionalisasi pendidikan vokasi, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada peningkatan mutu pendidikan inklusif (SDG 4) dan perluasan kemitraan global (SDG 17).
