Presentasi sidang Tugas Akhir (TA) mahasiswa Program Studi Teknologi Veteriner Angkatan 2022, Sevrika Naomi Virginia, menjadi salah satu momentum akademik yang menunjukkan peningkatan kualitas kompetensi mahasiswa di lingkungan Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, Sekolah Vokasi UGM. Dalam sidang TA tersebut, mahasiswa memilih mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bahasa Inggris dengan judul “Sex Identification of the Straw-Headed Bulbul (Pycnonotus zeylanicus) Using Polymerase Chain Reaction Method”. Penggunaan bahasa Inggris dalam sidang TA ini mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat global.
Penelitian yang diangkat berfokus pada identifikasi jenis kelamin burung cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus), salah satu spesies yang memiliki nilai konservasi tinggi. Metode yang digunakan adalah Polymerase Chain Reaction (PCR), yang dikenal sebagai teknik molekuler akurat dalam analisis penentuan jenis kelamin berbasis gen Chromo-Helicase-DNA-binding (CHD). Dengan pendekatan ini, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya konservasi satwa, khususnya dalam mendukung program penangkaran ex-situ dan pelestarian spesies yang terancam.
Meskipun tidak bersifat wajib, pelaksanaan sidang TA dalam bahasa Inggris ini merupakan bagian dari upaya strategis departemen untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa. Dukungan dari Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner UGM selaras dengan visi dan misi institusi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang veteriner dan bioteknologi. Langkah ini juga menjadi bentuk konkret internasionalisasi pendidikan di lingkungan sekolah vokasi.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai aspek teknis keilmuan, tetapi juga keterampilan komunikasi ilmiah dalam bahasa internasional. Hal ini penting dalam membuka peluang kolaborasi, publikasi, serta pengembangan karier di tingkat global. Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam berbagai sektor, baik nasional maupun internasional.
Pada akhirnya, capaian ini turut mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDGs 4, Quality Education) dan perlindungan ekosistem darat (SDGs 15, Life on Land). Penelitian berbasis konservasi yang dipadukan dengan peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah nyata dalam menciptakan keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang veteriner.
