Yogyakarta – Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), turut ambil bagian dalam pertemuan antara Sekolah Vokasi UGM dan Australian National University (ANU) sebagai upaya memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan yang dilaksanakan pada 28 November 2025 ini menjadi langkah awal dalam menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang mendukung internasionalisasi program pendidikan vokasi sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis praktik dan riset terapan.
Dalam diskusi, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama akademik, antara lain pengembangan program double degree untuk jenjang magister dengan skema 1+1, yang direncanakan akan ditindaklanjuti setelah program magister di Sekolah Vokasi UGM resmi dibuka. Selain itu, dibahas pula skema Fast Track 3+2 yang membuka kesempatan bagi mahasiswa DTHV untuk melanjutkan studi ke ANU. Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak akan mengadakan pertemuan lanjutan secara daring yang melibatkan person in charge (PIC) dari masing-masing departemen guna menyusun rencana implementasi program secara lebih rinci. DTHV diwakili oleh Dr. Ahdiar Fikri dan Dr. Sri Wijanarti sebagai PIC dalam pengembangan kerja sama tersebut.
Peluang kolaborasi lainnya yang turut dibahas adalah penyelenggaraan Exchange/Immersion Program dengan durasi mulai dari dua minggu hingga satu semester. Dalam forum tersebut, Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) DTHV menyampaikan kesiapan departemen untuk menerima mahasiswa Capstone Project dari ANU dalam berbagai aktivitas, mulai dari perencanaan produk, perancangan, implementasi, hingga diseminasi hasil. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari pihak ANU yang menyatakan ketertarikannya dan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan School of Agriculture ANU untuk menindaklanjuti peluang tersebut.
Selain mobilitas mahasiswa, kedua institusi juga mengidentifikasi berbagai bentuk kolaborasi yang dapat segera direalisasikan melalui kegiatan daring, seperti seminar mahasiswa bersama, team teaching, serta kuliah umum internasional. Di samping itu, ANU memperkenalkan Future Research Talent Awards, sebuah program yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan tenaga kependidikan Sekolah Vokasi UGM sebagai persiapan melanjutkan studi doktoral di ANU. Bagi DTHV, penjajakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi global, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta memperkuat daya saing lulusan dan sivitas akademika di tingkat internasional.
Kegiatan penjajakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan program pendidikan berstandar internasional, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan kapasitas akademik. Selain itu, kolaborasi dengan Australian National University juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset terapan dan inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan membangun kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi di tingkat global guna menghasilkan lulusan yang berdaya saing internasional dan mampu berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
