(Visualisasi gambar via Chat GPT)
Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui publikasi ilmiah yang berhasil diterbitkan oleh tim riset drh. Fatkhanuddin Aziz, M.Biotech., Ph.D. pada jurnal internasional bereputasi Open Veterinary Journal yang terindeks Scopus/WoS Q2. Publikasi berjudul “Biological characterization of staphylococcal enterotoxin Y from Staphylococcus aureus isolated from Etawah Crossbreed goat milk and its potential to cause food poisoning” (http://dx.doi.org/10.5455/OVJ.2026.v16.i7.59) ini merupakan salah satu luaran dari Program Hibah Academic Excellence Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada.
Penelitian tersebut mengkaji karakteristik biologis staphylococcal enterotoxin Y (SEY) yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang diisolasi dari susu kambing Peranakan Etawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toksin tersebut memiliki ketahanan terhadap pemanasan dan enzim pencernaan serta berpotensi menyebabkan keracunan pangan, ditunjukkan dengan hewan coba yang muntah setelah diberikan toksin SEY. Temuan ini memberikan bukti ilmiah penting mengenai potensi risiko keamanan pangan pada produk susu kambing apabila terkontaminasi oleh bakteri penghasil enterotoksin, sehingga dapat menjadi dasar dalam penguatan sistem pengawasan mutu pangan asal hewan.
Publikasi ini merupakan wujud komitmen DTHV dalam mengembangkan riset terapan yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan di bidang kesehatan hewan, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat. Dukungan melalui Program Hibah Academic Excellence UGM telah mendorong lahirnya penelitian berkualitas yang tidak hanya menghasilkan publikasi internasional bereputasi, tetapi juga memperkuat kontribusi akademisi UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global. Selain meningkatkan reputasi institusi, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti, regulator, dan pelaku industri dalam upaya meminimalkan risiko keracunan pangan yang disebabkan oleh kontaminasi Staphylococcus aureus.
Publikasi ilmiah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan di lingkungan DTHV memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan masyarakat dan industri, khususnya dalam mendukung keamanan produk pangan asal hewan. Melalui penguatan budaya riset, kolaborasi ilmiah, serta dukungan pendanaan kompetitif, DTHV terus berupaya menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan sektor peternakan, kesehatan masyarakat veteriner, dan peningkatan daya saing bangsa.
Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan penyakit bawaan pangan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi berbasis penelitian, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menghasilkan pengetahuan yang mendukung keamanan pangan dan sistem produksi pangan asal hewan yang lebih aman dan berkelanjutan.
(Penulis: Aziz)