Senin, 06 Juli 2026, Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menerima kunjungan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng., Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian, sekaligus mempercepat pemanfaatan inovasi teknologi agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia industri dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan DTHV tersebut dihadiri oleh Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni, Sekretaris Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner, kepala laboratorium, serta jajaran pengurus departemen. Dalam forum diskusi, para peserta membahas berbagai strategi penguatan ekosistem inovasi, pengembangan riset terapan, dan peluang kolaborasi yang dapat mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi produk yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pemaparan berbagai produk inovasi hasil penelitian yang telah dikembangkan oleh dosen dan peneliti DTHV. Inovasi yang diperkenalkan meliputi nasi instan berbasis pangan lokal, cokelat heritage, cokelat berbahan baku Sacha inchi, wood pellet sebagai sumber energi biomassa terbarukan, serta berbagai produk inovatif lainnya di bidang pangan, bioindustri, dan teknologi hayati. Berbagai hasil riset tersebut mencerminkan komitmen DTHV dalam menghasilkan inovasi terapan yang menjawab kebutuhan masyarakat, mendukung pengembangan industri nasional, serta berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, Prof. Ali Agus memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah dihasilkan oleh DTHV. Menurut beliau, perguruan tinggi vokasi memiliki peran yang sangat strategis sebagai penghubung antara hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri melalui penguatan hilirisasi teknologi. Beliau juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan para pemangku kepentingan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara nyata.
Melalui kunjungan ini, DTHV Sekolah Vokasi UGM semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya inovasi, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis riset dan inovasi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi yang siap diimplementasikan oleh industri, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan produk berbasis sumber daya berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.