Yogyakarta – Tiga mahasiswa dari Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner (DTHV), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, menjalani pengalaman berharga sebagai peserta Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational edition (IISMAVO) 2024 di National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan. Mereka adalah Rakha Arya Cahya dan Alifa Shafa Zahira dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri 2021, dan Farida Aufa Putri dari Program Studi Pengelolaan Hutan 2021.
Ketertarikan mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational Edition (IISMAVO) berawal dari berbagai motivasi pribadi. Bagi Farida Aufa, impian untuk menimba ilmu di luar negeri bukan hal baru. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah menaruh cita-cita besar untuk merasakan pengalaman belajar di lingkungan internasional. “Motivasiku untuk daftar IISMAVO karena aku pengen dapat exposure abroad, study abroad. Dari dulu waktu SMA aku udah pengen banget sekolah di luar negeri, tapi belum kesampaian. Jadi waktu tahu ada program ini, aku ngerasa ini jendela baru buat pendidikanku. Selain belajar, aku juga pengen merasakan langsung hidup di luar negeri. Nggak cuma dari cerita atau tontonan, tapi benar-benar menjalaninya sendiri. Itu jadi motivasi yang kuat banget buat aku daftar IISMA” ujarnya.
Perjalanan mengikuti program ini tentu tidaklah selalu mudah. Alifa Shafa, salah satu peserta lainnya, sempat merasa canggung di awal karena perbedaan bahasa dan cara berpikir yang cukup mencolok. Namun, ia belajar untuk menyesuaikan diri dan menemukan banyak hal baru dari proses tersebut. “Pembelajaran di sana lebih banyak berbasis proyek, dan tiap minggu ada laporan yang harus dipresentasikan. Dari situ aku merasa banyak berkembang. Aku jadi lebih percaya diri, lebih berani menyampaikan pendapat, bahkan kalau pendapatku berbeda dengan dosen” tutur Alifa.
Sementara itu, Rakha menganggap IISMAVO sebagai pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap belajar dan bekerja. Selama mengikuti program di Taiwan, ia banyak belajar tentang budaya kerja dan kedisiplinan yang tinggi. “Lewat IISMAVO, aku bisa lihat langsung gimana mereka belajar dan bekerja. Semua serba teratur, orang-orangnya disiplin, nggak banyak bicara tapi hasilnya nyata. Itu bikin aku termotivasi buat lebih serius dan profesional. Dan satu hal yang selalu aku ingat, karena kita di sana membawa nama Indonesia, kita harus jaga sikap. Kalau kita salah, yang dinilai bukan cuma kita, tapi juga negara kita” jelas Rakha.
Ketiganya berpesan agar mahasiswa yang ingin mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri tidak hanya menyiapkan semangat, tetapi juga mengenali potensi diri, mengasah kemampuan berbahasa Inggris, dan aktif mencari informasi melalui berbagai kanal seperti komunitas, alumni, maupun media sosial. Mereka meyakini bahwa dengan persiapan yang matang dan kemauan untuk terus belajar, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk meraih pengalaman berharga di kancah internasional.