Yogyakarta, Oktober 2025 — Hasil penelitian lapangan Universitas Gadjah Mada yang dilakukan pada Juli–Agustus 2025di dua desa penyangga Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menunjukkan bahwa perempuan dan petani kecil memiliki peran paling kuat dalam menjaga keseimbangan ekologis hutan. Studi ini melibatkan 480 responden dan mengungkap bahwa kelompok perempuan serta rumah tangga petani memiliki apresiasi tertinggi terhadap fungsi ekologis dan budaya hutan, terutama terkait pengaturan air, kesuburan tanah, dan keberlanjutan pertanian.
Peneliti utama, Ir. Denni Susanto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa temuan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman langsung dalam mengelola sumber daya alam membentuk kesadaran ekologis. “Perempuan dan petani kecil tidak hanya pengguna sumber daya, tetapi juga pelindungnya. Mereka memahami hubungan antara air, tanah, dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Penelitian ini merekomendasikan agar kebijakan konservasi nasional memperkuat inklusivitas gender dan keadilan penghidupan melalui model ko-manajemen berbasis masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan) dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), yang menempatkan masyarakat lokal sebagai mitra utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. TNGM menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan lokal dapat berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan