Yogyakarta, Oktober 2025 — Penelitian lapangan yang dilakukan oleh tim Prodi Pengelolaan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada pada Juli–Agustus 2025 mengungkap bahwa masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) memiliki tingkat kesadaran tinggi terhadap fungsiekologis dan hidrologis hutan. Lebih dari 70% responden menilai bahwa hutan di kawasanMerapi berperan penting dalam menjaga sumber air, kestabilan iklim mikro, dan keberlanjutan pertanian di wilayah lereng gunung.
Menurut peneliti utama, Ir. Denni Susanto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., keterikatan masyarakatterhadap hutan dan ketergantungan mereka terhadap sumber air menjadi modal sosial pentingbagi keberhasilan konservasi. “Hutan di Merapi bukan hanya pelindung ekologis, tetapi juga sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya,” jelasnya.
Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan air berbasis masyarakat dan partisipasi aktifwarga dapat memperkuat efektivitas konservasi di taman nasional. Temuan ini sejalan denganupaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDG 15 – Menjaga Ekosistem Daratan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat lokal dinilai mampu menjaga keseimbangan antara perlindunganlingkungan dan kebutuhan sosial-ekonomi di kawasan penyangga TNGM.