Universitas Gadjah Mada Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • VISI DAN MISI
    • PENGELOLA
    • TENAGA PENDIDIK
    • TENAGA KEPENDIDIKAN
  • PROGRAM STUDI
    • Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan
    • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
    • Sarjana Terapan Teknologi Veteriner
  • AKADEMIK
    • KURIKULUM
    • KALENDER AKADEMIK
    • LAYANAN
    • BEASISWA
    • JADWAL PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN YUDISIUM
    • PADUAN TUGAS AKHIR
      • Panduan Tugas Akhir
      • Seminar Proposal
    • PENDAFTARAN WISUDA
  • KEMAHASISWAAN
    • KELUARGA MAHASISWA DEPARTEMEN
    • PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • LOWONGAN KERJA
  • PENELITIAN-PENGABDIAN
    • Informasi Penelitian
    • Informasi PPM
  • Hasil Survey
  • Beranda
  • Berita Terbaru
  • Cerita Tiga Mahasiswa DTHV SV UGM Jalani IISMAVO 2024 di Institut Polytechnique UniLaSalle, Prancis.

Cerita Tiga Mahasiswa DTHV SV UGM Jalani IISMAVO 2024 di Institut Polytechnique UniLaSalle, Prancis.

  • Berita Terbaru
  • 14 October 2025, 07.02
  • Oleh: dep-thv.sv
  • 0

 

Yogyakarta – Tiga mahasiswa dari DTHV SV UGM berbagi cerita selama menjalani pertukaran pelajar satu semester melalui program Indonesian International Student Mobility Awards for Vocational edition (IISMAVO) 2024 di Institut Polytechnique UniLaSalle, Prancis. Mereka adalah Ghazy Atha Fadlurahman dan Teresa Avilla Arlintang Prastyan dari Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri 2021 serta Muhammad Fauzan Daffa Attala dari Program Studi Pengelolaan Hutan 2021.

Bagi Ghazy, IISMAVO menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mengenal dunia industri dan budaya global. “Penasaran ingin tahu bagaimana sistem pembelajaran di luar negeri, kehidupan sosial, sampai bagaimana industri agro di sana berkembang. Apalagi program IISMAVO ini nggak hanya fokus pada studi saja, melainkan juga ada industrial visit. Jadi, program ini membuka jalan untuk melihat semuanya secara langsung” ujar Ghazy.

Selama menempuh studi di UniLaSalle, ketiganya memperoleh banyak pengalaman baru yang memperluas cara pandang mereka terhadap bidang pertanian dan lingkungan. Daffa menuturkan bahwa meskipun sebagian besar mata kuliah berfokus pada pertanian, pendekatan yang diajarkan jauh lebih luas dan lintas disiplin. “Kami tidak hanya belajar tentang menanam, tapi juga geologi, mikroplastik, Genetically Modified Organism (GMO), bahkan kelautan. Materinya sangat menyeluruh dan membentuk pemahaman yang terintegrasi tentang agro dan lingkungan,” jelasnya.

Lintang juga menambahkan bahwa sistem perkuliahan di UniLaSalle cukup padat dan kompleks meskipun jumlah mata kuliahnya cenderung lebih sedikit. “Aku cuma ambil lima mata kuliah waktu itu, tapi empat di antaranya bercabang. Satu mata kuliah bisa punya empat kelas per minggu, topiknya beda-beda, dosennya juga beda, bahkan ujiannya pun berbeda. Khususnya kelas common core, yaitu kelas wajib untuk seluruh mahasiswa lintas prodi. Ini kelas campur-campur dan materinya banyak banget. Menurutku ini yang paling draining karena beberapa topiknya lumayan sulit”  jelas Lintang.

Program IISMAVO membuka kesempatan bagi ketiga awardee untuk mengenal dunia secara lebih luas. Selama tinggal dan belajar di Prancis, mereka tidak hanya mempelajari budaya baru, tetapi juga memperoleh cara pandang yang lebih terbuka terhadap isu-isu global. Lintang mengaku bahwa pengalaman tersebut membuatnya lebih berani dan percaya diri dalam menghadapi tantangan. Lingkungan baru yang serba berbeda memaksanya untuk keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan cepat. Sementara itu, Daffa menilai bahwa tinggal di luar negeri memberinya perspektif yang lebih kritis terhadap berbagai isu dunia. Ia menjadi lebih peka terhadap informasi global, mulai dari ekonomi, politik, hingga isu-isu lingkungan yang berkembang.

Selain memperluas wawasan, pengalaman hidup di Prancis juga memberi mereka pemahaman tentang pentingnya keseimbangan hidup. Masyarakat di sana dikenal memiliki etos kerja tinggi, namun tetap menjaga waktu untuk beristirahat dan menikmati kehidupan pribadi. Ghazy menuturkan bahwa toko-toko di Prancis umumnya tutup lebih awal, dan suasana kota menjadi tenang setelah jam kerja—sebuah kebiasaan yang mencerminkan budaya work-life balance yang kuat.

Tags: Berita SDG 17: Partnerships for the Goals SDG 4: Quality Education

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Arsip

Universitas Gadjah Mada

DEPARTEMEN TEKNOLOGI HAYATI DAN VETERINER
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jln. Yacaranda, Gedung Sekip Unit 2 Lt. 1
Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia, 55281
Email: dep-thv.sv@ugm.ac.id
Telp.: (0274) 556771

TENTANG KAMI

  • VISI DAN MISI
  • PENGELOLA
  • TENAGA PENDIDIK
  • TENAGA KEPENDIDIKAN
  • Hasil Survey

PROGRAM STUDI

  • Sarjana Terapan Pengembangan Produk Agroindustri
  • Hasil Survey
  • Sarjana Terapan Teknologi Veteriner
  • Sarjana Terapan Pengelolaan Hutan

AKADEMIK

  • KURIKULUM
  • KALENDER AKADEMIK
  • PANDUAN TUGAS AKHIR
  • JADWAL PENDAFTARAN DAN PELAKSANAAN YUDISIUM

ALUMNI

  • TRACER STUDY
  • LOWONGAN KERJA
  • Hasil Survey

© 2017 DTHV SV Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY