Yogyakarta (2/10). Pencapaian yang luar biasa bagi komunitas akademik, Fatkhanuddin Aziz, dosen Teknologi Veteriner di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah mempublikasikan empat artikel di jurnal terindeks Scopus pada tahun 2024. Prestasi ini tidak hanya menyoroti dedikasinya terhadap penelitian, tetapi juga menekankan pentingnya kemitraan global dalam memajukan ilmu di bidang kedokteran hewan, khususnya berkaitan dengan keamanan pangan.
Publikasi pertama, berjudul “Distribution of antimicrobial resistance genes of methicillin-resistant Staphylococcus aureus isolated from animals and humans in Yogyakarta Indonesia” diterbitkan di Jurnal International Journal of One Health. Studi ini, yang dirilis pada Januari 2024, menyoroti isu kritis resistensi antimikroba dari bakteri Staphylococcus aureus, yang merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat, dan menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia dan hewan.
Selanjutnya, artikel kedua Aziz, “Development of antibodies against recombinant staphylococcal enterotoxin B from food poisoning cases” ditampilkan di Jurnal Veterinary World. Artikel ini, yang diterbitkan pada Januari 2024, membahas pengembangan antibodi enterotoksin B guna deteksi keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus, menunjukkan penelitian inovatif yang dilakukan di UGM.
Publikasi ketiga, “Coordination of prophage and global regulator leads to high enterotoxin production in staphylococcal food poisoning-associated lineage” diterbitkan di Microbiology Spectrum dari grup jurnal American Society of Microbiology (ASM). Penelitian ini, yang dirilis pada Maret 2024, mengeksplorasi mekanisme di balik produksi enterotoksin dalam kasus keracunan makanan, menekankan perlunya langkah-langkah pemantauan dan pengendalian yang efektif dalam keamanan pangan.
Terakhir, artikel keempat Aziz, “Genomic analysis and identification of a novel superantigen, SargEY, in Staphylococcus argenteus isolated from atopic dermatitis lesions” terbit di jurnal mSphere, merupakan jurnal terkemuka dalam bidang ilmu mikrobiologi yang juga grup ASM yang berbasis di Amerika. Studi ini, yang diterbitkan pada Juli 2024, menggali struktur genetik Staphylococcus argenteus dan potensi bahaya dari enterotoksin yang diproduksi, dimana bakteri tersebut diasosiasikan dengan penyakit kulit pada manusia, memberikan wawasan yang mengarah pada opsi pengobatan yang lebih baik bagi pasien penderita atopik dermatitis.
Publikasi-publikasi ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat dengan berbagai peneliti dan institusi, menunjukkan kekuatan kemitraan global dalam menangani isu kesehatan yang kompleks. Karya Aziz tidak hanya berkontribusi pada komunitas ilmiah tetapi juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan.
Dalam sebuah wawancara, Aziz mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diterimanya dari kolega, kolaborator dan institusi yang terlibat dalam proyek penelitian ini. Ia menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memajukan pengetahuan dan menemukan solusi untuk tantangan kesehatan yang mendesak. “Melalui kemitraan global, kita dapat berbagi sumber daya, keahlian, dan wawasan yang pada akhirnya menguntungkan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya. Kemitraan global ini sangat mendukung SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan. Setidaknya ada beberapa mitra penelitian yang berkolaborasi pada penelitian-penelitian di atas antara lain:
- Department of Bacteriology, Graduate School of Biomedical and Health Sciences, Hiroshima City, Hiroshima, Japan
- Antimicrobial Resistance Research Center, National Institute of Infectious Diseases, Higashimurayama, Tokyo, Japan
- Laboratory of Zoonoses, Kitasato University School of Veterinary Medicine, Towada, Aomori, Japan
- Department of Molecular Biosciences, Radiation Effects Research Foundation, Hiroshima City, Hiroshima, Japan
- Department of Infectious Diseases, Hiroshima University Hospital, Hiroshima City, Hiroshima, Japan
- Division of Bacteriology, Department of Infection and Immunity, School of Medicine, Jichi Medical University, Shimotsuke-shi, Tochigi, Japan
- Department of Microbiology and Immunology, Hirosaki University, Hirosaki, Aomori, Japan
- Department of Dermatology, Keio University School of Medicine, Shijuku-ku, Tokyo, Japan
- Laboratory for Skin Homeostasis, RIKEN Center for Integrative Medical Sciences, Yokohama, Kanagawa, Japan
- Laboratory for Developmental Genetics, RIKEN, Center for Integrative Medical Sciences, Yokohama, Kanagawa, Japan
- Department of Hygiene, Sapporo Medical University School of Medicine, Sapporo, Hokkaido, Japan
- Department of Clinical Pathology, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Dampak penelitian Aziz melampaui akademisi; ini memiliki implikasi praktis untuk kesehatan masyarakat dan praktik veteriner di Indonesia dan sekitarnya. Dengan menangani isu-isu seperti keamanan pangan dan resistensi antimikroba, karyanya berkontribusi pada tujuan yang lebih luas untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua.
Sebagai kesimpulan, publikasi empat artikel ini menyoroti peran vital kolaborasi dalam memajukan ilmu kedokteran hewan. Artikel-artikel tersebut turut berkontribusi bagi pengembangan keilmuan dan dampak positif bagi kesehatan manusia yang selaras dengan SDGs 2 yaitu mengakhiri kelaparan dengan penyediaan sumber protein hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal.